-->

Tuesday, April 12, 2016

Indra Penglihat -Mata-

Posted by Firda at 9:41 AM 0 comments



Aksesori Mata

Alis Mata, berfungsi untuk kecantikan pada wajah, mencegah masuknya keringat, menahan kotoran, mengekspresikan alisnya untuk suatu komunikasi.
Alis yang tebal : cenderung menunjukan orang itu tegas, semangat dan aktif
Alis mata tipis : sensitif, galau dan biasanya tidak memiliki kesehatan yang begitu baik
Alis mata seperti kalanya pedang : keras kepala, senang berdebat
Garis lurus : orang yang lebih suka membicarakan sesuatu tanpa bosa basi, lebih cenderung mementingkan diri sendiri.
Alis mata seperti bulan sabit : alis mata yang seperti ini biasanya memiliki sifat yang loyal, rendah hati dan tidak sombong.

Orbita, adalah rongga yang berbentuk piramid dengan basis di depan dan apeks di belakang.
Atap orbita dibentuk oleh pars orbitalis ossis frontalis yang memisahkan orbita dengan fossa krani anterior dinding lateral yang terdiri dari ossis zigomatikum dan ossis sfenoidalis.
Dasarnya dibentuk oleh fasies orbitalis maksilaris.
Orbita juga merupakan rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot – otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

Kelopak Mata, merupakan lipatan kulit tipis yang tersusun oleh kulit tanpa lemak subklutis.
Fungsi:
Di kelopak mata ada 2 buah lipatan muskulofibrosa yang dapat dibuka dan ditutup untuk melindungi meratakan air mata permukaan bola mata dan mengontrol banyaknya sinar yang masuk.
Melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang.
Hubungan antara kelopak mata atas dan bawah dinamakan kantus.
Pada bagian luar, kantus lateral terletak di aspek temporal rateral mata.
Bagian dalam, kantus medial mengandung puncata satu muara yang memungkinkan air mata mengalir kebagian atas sistem lakrimal.
Bagian kelopak mata:
Rongga elips antara kelopak mata terbuka dinamakan fisura palpebra.
Sisi bawah kelopak mata dilapisi oleh konjungtiva palfera.
Kelopak meibomi yang berfungsi membasahi bulu mata.
Kelopak air mata yang terdiri dari kelopak riolani dan kelopak zeiss berfungsi membasahi pupil atau biji mata.
Posisi kelopak mata sebagian dikontrol oleh 2 saraf otak:
SO III, untuk membuka kelopak mata.
SO VII, untuk menutup kelopak mata.

Bulu Mata, merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak.
Fungsi:
Membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang).
Membatu fungsi kelopak dengan mendorong keluar debu untuk melindungi mata external dari cedera aksi mekanis berkedip menghasilkan gaya hisap dalam sistem nasolakriminal atas memudahkan pengaliran air mata.
Kelenjar kecil menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.

Kelenjar Lakrimaris, terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang ecer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui dua duktus lakrimaris, setiap duktus memiliki lubang diujung kelopak mata atas dan bawah, didekat hidung. Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel – partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, mata kaya akan antibody yang membantu mencegah terjadinya infeksi. Air mata mengandung garam, mukosa atau lendir, lisozim & antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas & pencegah masuk nya organisme ke dalam mata.

Otot Mata, untuk menggerakkan mata.
Rektus eksternus berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke arah luar.
Rektus internus berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke arah dalam.
Rektus inferior berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke bawah dan ke dalam.
Obliquus inferior berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke bawah dan ke luar.
Rektus superior berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke atas dan ke dalam.
Obliquus superior berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke atas dan ke luar.


Struktur Mata

A. Lapisan Luar Bola Mata  (Tunika Fibrosa)
Sklera (Selaput Putih)
Berada di lima perenam bagian posterior dan opak. Fungsinya melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan memungkinkan melototnya otot mata, memberikan bentuk pada bola mata. Permukaan eksternal sklera berwarna putiih, dan menempel pada permukaan dalam fascia bulbi; bagian anterior sklera dilapisi membran konjungtiva bulbi.
Kornea (Selaput Bening)
Berbentuk konveks di bagian anterior dan seperti kubah di depan sklera. Derajat kelengkungannya berbeda pada setiap individu. Kornea dilindungi oleh suatu selaput yang di sebut konjungtiva. Pada kornea tidak di temukan pembuluh darah seperti hal nya pada aqueus humor,vitreous humor,dan lensa mata. Fungsinya melindungi bagian sensitif di belakangnya, membantu mata memfokuskan bayangan pada retina.

B. Lapisan Tengah Bola Mata  (Tunika Vaskulosa -Uvea-)
Koroid (Selaput Hitam)
Merupakan membran tipis, vaskular, warna coklat tua atau muda. Selaput ini dari dalam dilapisi oleh selaput jala. Di bagian belakang ditembus oleh nervus optikus. Lapisan ini lebih tebal di bagian belakang daripada di bagian depan. Fungsi koroid adalah memberikan nutrisi untuk retina serta menyalurkan pembuluh darah dan saraf menuju badan siliaris dan iris.
Koroid berubah membentuk struktur terpisah yaitu : badan siliaris , ligamentum suspensor, dan iris. Ligamentum suspensor berfungsi untuk mengatur proses akomodasi lensa mata untuk mendapat kan gambar benda yang jelas pada retina.
Badan Siliari
Merupakan terusan koroid ke anterior yang terdapat processus ciliaris serta musculus ciliaris. Badan siliari mengandung serabut otot yang dapat membantu kontraksi dan relaksasi zonula lensa. Badan siliaris ini berfungsi untuk menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa untuk beroakomodasi, kemudian berfungsi juga untuk mengsekresikan aqueus humor. Ini merupakan serat otot polos.
Iris (Selaput Pelangi)
Adalah lempeng (disk) kontraktil, tipis, sirkular, berada diaqueous humor antara kornea dan lensa, dan berlubang ditengah yang disebut pupil. Di bagian perifernya, iris menempel dengan badan siliaris. Bagian anterior menghadap ke kornea, bagian posterior menghadap prosesus siliaris dan lensa.
Warna mata bergantung pada jumlah melanin yang ada pada iris; semakin cerah warnanya, semakin banyak jumlah cahaya yang dapat memasuki mata. Orang yang mempunyai mata yang sangat cerah mengalami fotofoba (peka terhadap cahaya). Fungsinya memberikan warna mata, dan mengatur perbesaran pupil (kondisi ini dilakukan untuk membatasi banyaknya jumlah cahaya yang dapat masuk ke iris).
Pupil
Adalah celah yang terbentuk akibat iris, fungsi dari celah ini adalah tempat cahaya masuk. Fungsi dari pupil adalah mengatur jumlah cahaya yang masuk. Tingkat cahaya yang rendah akan mengaktifkan otot dilator pupil, yang akan meretraksi iris dan membuka pupil.

C. Lensa
Lensa adalah badan bikonveks yang transparan. Terletak di belakang iris, di dekat corpus vitreum, dan di kelilingi oleh prosesus siliaris. Lensa  berfungsi mengatur letak bayangan supaya jatuh tepat di bintik kuning, memfokuskan
cahaya dan meneruskanya supaya jatuhnya tepat di bagian retina. Lensa mata memiliki daya akomodasi, yaitu kemampuan untuk mencembung (menebal) dan mencekung (menipis).
Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing – masing terisi oleh cairan:
Segmen anterior: Mulai dari kornea sampai lensa. Berisi aqueus humor yang merupakan sumber energi bagi struktur mata di dalamnya. Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:
Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris.
Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.
Dalam keadaan normal, aqueus humor di hasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak di ujung iris.
Segmen posterior: Mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina. Berisi vitreus humor yang membantu menjaga bentuk bola mata
.

D. Rongga Mata
Ruang anterior berisi aqueous humor. Ruang posterior berisi vitreus humor.
Aqueous Humor merupakan cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea di hasilkan oleh prosesus siliaris. Fungsi aqueous humor adalah penyokong dinding bola mata dengan member tekanan dari dalam dan memberi makan pada lensa serta membuang produk metabolisme karena lensa tidak memiliki pembuluh darah.
Vitreus Humor merupakan gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata). Berfungsi untuk memberi bentuk dan kekokohan pada mata.

E. Retina (Selaput Jala)
Tunika nervosa/Retina merupakan lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata. Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.Berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak. Retina terdiri dari 3 lapisan sel :
Lapisan neuraepithelium
Lapisan sel bipolar
Lapisan sel ganglion -Lapisan yang terdiri dari inti sel ganglion dan merupakan asal dari serat syaraf optik.
Pada retina terdapat bintik kuning dan bintik buta.
Bintik kuning adalah bagian retina yang paling peka terhadap cahaya karena merupakan tempat perkumpulan sel-sel saraf yang berbentuk kerucut dan batang.
Sel kerucut berfungsi untuk melihat di tempat yang terang. Sel ini memerlukan protein iodopsin.
Sel batang berfungsi untuk melihat di tempat yang gelap. Sel ini memerlukan protein mata yang disebut dengan rodopsin. Rodopsin  bisa terbentuk jika terjadi penggabungan iodopsin dan vitamin A.
Bintik buta adalah bintik pertemuan saraf-saraf atau tempat keluarnya saraf mata menuju otak. Bintik buta tidak mengandung sel batang dan sel kerucut sehingga tidak dapat menanggapi rangsangan cahaya.
Saraf mata terbentuk dari sel ganglion. Ada beberapa saraf mata:
Saraf optikus membawa gelombang saraf yang di hasilkan di dalam retina ke otak
Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata
Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita


Mekanisme Melihat

Cahaya → kornea →pupil → lensa → retina → saraf optikus → otak → kesan melihat.

Cahaya akan dipantulkan oleh benda menuju mata ⇒cahaya menembus kornea masuk ke mata melalui pupil kemudian di teruskan ke lensa mata⇒ lensa mata memfokuskan cahaya agar jatuh di retina⇒cahaya di teruskan ke saraf mata⇒otak⇒manusia dapat mencerna benda yang di lihat.

Sifat bayangan yang dibentuk lensa mata selalu nyata, terbalik, dan diperkecil. Nyata karena bayangan harus ditangkap oleh retina. Retina di sini berfungsi sebagai layar. Tetapi kita melihat seolah-olah tegak karena diinterpretasikan oleh otak sebagai bayangan tegak.

Friday, March 25, 2016

Daftar Hormon

Posted by Firda at 10:29 PM 0 comments





Hai, guys!
Kalo kalian mau daftar hormon ini, bisa email ke aku:))


With love,

Fird

Thursday, March 24, 2016

Karya Ilmiah : Pengaruh Munculnya Ojek Online Terhadap Masyarakat

Posted by Firda at 7:46 PM 10 comments
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karya tulis ilmiah ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu. Karya tulis ini disusun agar pembaca dapat memahami tentang dampak hadirnya Ojek Online terhadap berbagai lapisan masyarakat. Makalah ini kami susun dengan mencari informasi dari berbagai sumber.
                                                                  
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru Bahasa Indonesia, yaitu Ibu Dra. Mukaromah, M.Pd yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah yang baik.

Semoga karya tulis ini dapat mengantarkan ilmu dan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun karya tulis ini telah kami susun sebaik mungkin, pasti terdapat kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Terima kasih.



Tim Penyusun
Firdaus dan Milard


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................. ii

ABSTRAK................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang.......................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah................................................................. 2
1.3 Pembatasan Masalah.............................................................. 2
1.4 Perumusan Masalah............................................................... 2
1.5 Tujuan Penelitian..................................................................... 3
1.6 Manfaat Penelitian................................................................... 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA....................................................................... 4
2.1 Kerangka Teoretis.................................................................... 4
2.1.1 Pengertian Ojek......................................................... 4
2.1.2 Pengertian Masyarakat............................................ 4
2.1.3 Sejarah Ojek Online.................................................. 5
2.2 Kerangka Pemikiran................................................................ 5
2.3 Hipotesis.................................................................................... 6

BAB III METODE PENELITIAN............................................................... 7
3.1 Populasi dan Sampel.............................................................. 7
3.1.1 Populasi...................................................................... 7
3.1.2 Sampel........................................................................ 7
3.2 Metode Pengumpulan Data................................................... 8
3.2.1 Wawancara................................................................ 8
3.3 Instrumen Penelitian............................................................. 12
3.4 Metode Analisis Data............................................................. 12

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................... 14
4.1 Hasil Penelitian...................................................................... 14
4.2 Pembahasan........................................................................... 14

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.................................................... 16
5.1 Kesimpulan............................................................................. 16
5.2 Saran........................................................................................ 16

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 17


Fitri, Firdaus dan Ramadhani, Mila. 2016.
 “Pengaruh Ojek Online Terhadap Masyarakat”
Karya Ilmiah
Bekasi, Jawa Barat. SMA Negeri 1 Bekasi.

ABSTRAK

Karya ilmiah yang berjudul Pengaruh Ojek Online terhadap Masyarakat ini membahas tentang bagaimana dampak hadirnya ojek berbasis online terhadap berbagai lapisan masyarakat, apakah lebih banyak dampak positif atau negatifnya.
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendapat pengetahuan tenang dampak positif dan negatif dari pengaruh hadirnya ojek berbasis online terhadap berbagai lapisan masyarakat, dan dapat mengetahui solusi untuk mengatasi dampak negatif tersebut.

Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan melakukan wawancara. Beberapa masyarakat yang kami wawancara adalah pengendara ojek online itu sendiri, pelanggan Ojek Online, pelanggan angkutan umum, dan pengemudi ojek konvensional.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Angkutan umum memiliki peranan penting dalam pembangunan perekonomian, karena berkaitan dengan distribusi barang, jasa, dan tenaga kerja, serta merupakan inti dari pergerakan ekonomi di kota.
Salah satu angkutan umum yang paling efektif dan efisien adalah ojek. Ojek atau ojeg adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor. Disebut informal karena keberadaannya tidak diakui pemerintah dan tidak ada izin untuk pengoperasiannya. Penumpang biasanya hanya satu orang. Ojek banyak digunakan oleh penduduk di kota-kota besar karena kelebihannya dengan angkutan lain, yaitu lebih cepat dan dapat melewati sela-sela kemacetan di kota. Biasanya ojek mangkal di persimpangan jalan yang ramai, atau di jalan masuk kawasan pemukiman.
Semakin pesatnya teknologi di zaman ini yang dinamakan internet, memungkinkan kita mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Salah satunya adalah ojek tersebut. Kini, di Indonesia, terdapat sebuah layanan ojek online yang memungkinkan calon penumpang tidak perlu datang ke sebuah pangkalan ojek. Calon penumpang cukup memesan ojek dari sebuah aplikasi di smartphone, dan ojek akan datang menjemput.
Kehadiran ojek online ini tentu memicu reaksi dari berbagai lapisan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan layanan ojek. Seperti pengguna ojek ataupun pengendara ojek konvensional.

1.2  Identifikasi Masalah
Melihat semua hal yang melatarbelakangi munculnya ojek online, kami menarik beberapa masalah dengan berdasar kepada:
1.    Adanya kecemburuan sosial yang dimiliki oleh pengendara ojek konvensional.
2.    Maraknya penjualan jasa berbasis online.

1.3  Pembatasan Masalah
Karena cangkupan lapisan masyarakat yang begitu luas, maka kami hanya membataskan penelitian hanya dari segi pengaruh ojek online terhadap siswa SMAN 1 Bekasi,  serta kehidupan dari pengendara ojek online itu sendiri dan dampak yang didapatkan oleh pengendara ojek konvensional.

1.4  Perumusan Masalah
1.    Apa dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh hadirnya ojek online?
2.    Bagaimana cara mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh hadirnya ojek online?

1.5  Tujuan Penelitian
Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pengaruh hadirnya ojek online terhadap berbagai lapisan masyarakat dan solusi mengatasi hadirnya dampak negatif dari ojek online.

1.6  Manfaat Penelitian
1.    Bagi siswa
Mendapat pengetahuan mengenai dampak hadirnya ojek online.
2.    Bagi masyarakat
Mendapat solusi atas setiap dampak negatif yang ditimbulkan akibat ojek online.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teoritis
2.1.1 Pengertian Ojek
            Ojek atau ojeg adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor. Disebut informal karena keberadaannya tidak diakui pemerintah dan tidak ada izin untuk pengoperasiannya. Penumpang biasanya berjumlah satu orang. Dengan harga yang ditentukan dengan tawar menawar dengan supir ojek terlebih dahulu, maka supir ojek tersebut akan mengantar ke tujuan yang diinginkan penumpangnya. Ojek banyak digunakan oleh penduduk di kota-kota besar karena kelebihannya dengan angkutan lain, yaitu lebih cepat dan dapat melewati sela-sela kemacetan di kota. Biasanya ojek mangkal di persimpangan jalan yang ramai, atau di jalan masuk kawasan pemukiman.

2.1.2 Pengertian Masyarakat
            Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

2.1.3 Sejarah Ojek Online
            Perusahaan ojek online sendiri didirikan oleh salah satu penumpang ojek konvensional, Nadiem Makariem. Dengan salah satu tukang ojek langganannya, ia mengetahui bahwa waktu luang tukang ojek banyak digunakan hanya untuk duduk menunggu penumpang datang. Sungguh sangat disayangkan jika banyak waktu yang terbuang percuma hanya untuk menunggu seorang penumpang. Maka dari itu Nadiem mulai berfikir dan memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi seperti media sosial, yang bisa digunakan oleh tukang ojek untuk memudahkan pelanggannya melakukan pemesanan secara online. Pada tahun 2011 Nadiem berhasil membuat sebuah perusahaan dan aplikasi online bernama Go-Jek. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapat layanan ini juga tergolong murah. Untuk jarak 1 – 10 km, dikenakan biaya sekitar Rp. 12.000, jarak 11 – 15 km Rp. 15.000, dan jarak di atas 15 km dikenakan biaya Rp. 2.000/km.

2.2 Kerangka Pemikiran
            Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau dampak dari hadirnya ojek online yang sedang menjamur di masyarakat. Masyarakat kota-kota besar memang mempunyai berbagai rutinitas yang dituntut untuk bergerak cepat. Dengan hadirnya layanan ojek yang bisa dipesan secara online ini, masyarakat tidak perlu mencari-cari ojek tersebut.
            Namun, setiap hadirnya hal-hal baru, tentu mempunyai segala pro dan kontra. Masyarakat memang mendapatkan dampak yang positif. Tetapi, ojek konvensional atau ojek tradisional-lah yang merasa “tersisih” dengan hadirnya ojek online ini.

2.3 Hipotesis
            Ojek online memiliki pengaruh terhadap masyarakat dan ojek tradisional.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel
3.1.1 Populasi
                        Populasi adalah keseluruhan dari variabel yang menyangkut masalah yang diteliti (Nursalam, 2002). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pengemudi Ojek Online di Bekasi, pengemudi Ojek Konvensional, Masyarakat Yogyakarta, dan murid SMAN 1 Bekasi.
3.1.2 Sampel
                        Sampel adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Hidayat, 2007). Berikut ini orang yang menjadi sampel untuk mendapat hasil penelitian:
1.    Darso, pengemudi Ojek Online
2.    Fuad Shidik, pengemudi Ojek Online
3.    Tukang becak di Yogyakarta
4.    Meutia Alya, siswi SMAN 1 Bekasi
5.    Febriyeni Susi, siswi SMAN 1 Bekasi
6.    Wawan, pengemudi Ojek Konvensional di depan SMAN 1 Bekasi
3.2 Metode Pengumpulan Data
3.2.1 Wawancara
1.    Darso, pengemudi Ojek Online di Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Sudah berapa lama anda menjadi pengemudi Ojek Online?
4 bulan.
Apa yang membuat anda tertarik menjadi pengemudi Ojek Online?
Karena, ada tetangga saya yang dapat penghasilan sampai 6 juta/bulan. Jadi saya tergiur. Dan juga, untuk mencari pekerjaan tambahan.
Bagaimana suka dan duka anda selama menjadi pengemudi Ojek Online?
Sukanya kalau mendapat target poin dan uang tambahan dari penumpang. Dukanya, kalau hujan jadi hambatan dalam perjalanan, karena macet.

2.    Fuad Shidik, pengemudi Ojek Online di Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Sudah berapa lama anda menjadi pengemudi Ojek Online?
10 bulan.
Apa yang membuat anda tertarik menjadi pengemudi Ojek Online?
Tidak ada pekerjaan lain dan susah mencari kerja.
Bagaimana suka dan duka anda selama menjadi pengemudi Ojek Online?
Sukanya, kalau setiap hari target poin tercapai. Dukanya kalau berhadapan dengan Ojek Konvensional.
Bagaimana tanggapan anda mengenai orang yang beranggapan bahwa menjadi pengemudi Ojek Online itu berbahaya sebab banyak pengemudi yang di teror Ojek Konvensional?
Ya kalau bisa para Ojek Konvensional diajak menjadi Ojek Berbasis Aplikasi agar tidak ada kecemburuan sosial.

3.    Tukang becak di Yogyakarta
Pertanyaan
Jawaban
Pak, apakah ada Ojek Online di Yogyakarta?
Ada, tapi hanya sedikit. Karena banyak yang takut sama Ojek Konvensional. Nantikan dikirain merebut penumpang.
Lalu, dimana Ojek Online di Yogya tersebar, Pak?
Di dekat UGM sama sekitar jalan Kaliurang.

4.    Meutia Alya, siswi SMAN 1 Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Apa yang membuat anda tertarik menggunakan Ojek Online?
Karena Ojek Online murah dan cepat.
Bagaimana suka dan duka menjadi penumpang Ojek Online?
Sukanya bisa datang tepat waktu ke tujuan. Dukanya pernah menunggu Ojek Online terlalu lama.
Seberapa sering anda menggunakan Ojek Online?
Hampir setiap hari, untuk keperluan pulang sekolah.
Menurut anda, bagaimana dampak positif dan negatif munculnya Ojek Online?
Positifnya, orang – orang menjadi terbantu  jika ingin ke suatu tempat yang jauh jadi lebih cepat. Negatifnya, Ojek Konvensional merasa tersisih.

5.    Febriyeni Susi, siswi SMAN 1 Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Mengapa anda tidak begitu suka menggunakan Ojek Online?
Karena jarak dekat maupun jarak jauh harganya relatif sama. Dan harganya hanya murah saat awal kita menggunakannya.
Pernahkah anda menggunakan Ojek Online dalam berpergian?
Pernah, hanya dalam keadaan darurat.
Mengapa anda lebih memilih angkutan umum daripada Ojek Online? Karena seperti yang kita ketahui, bahwa naik angkutan umum memakan banyak waktu.
Karena, pertama lebih hemat. Dan seperti yang kita ketahui, rata – rata pengemudi angkutan umum sudah lanjut usia, kita bisa berbagi rezeki dengan menaiki angkutannya.
Menurut anda, bagaimana dampak positif dan negatif munculnya Ojek Online?
Positifnya, perjalanan jadi cepat dan lebih efektif. Negatifnya, driver Ojek Online jadi mengetahui nomor telepon beserta alamat rumah kita, takutnya hal ini disalahgunakan.

6.    Wawan, tukang Ojek Konvensional (di depan SMAN 1 Bekasi)
Pertanyaan
Jawaban
Apa dampak yang anda dapatkan setelah hadirnya Ojek Online?
Penumpang menjadi lebih sepi. Sebelum ada Ojek Online, pendapatan saya sekitar Rp. 40.000 – Rp. 45.000 sehari. Sekarang, hanya sekitar Rp. 15.000 – Rp. 20.000 per hari. Kehidupan ekonomi keluarga saya menjadi lebih sulit.
Mengapa Bapak tidak tertarik untuk ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online?
Karena persyaratan untuk masuk Ojek Online sulit, dan saya merasa tidak tertarik karena saya sudah bekerja menjadi Ojek di depan SMAN 1 Bekasi ini sekitar 18 tahun.

3.3 Instrumen Penelitian
            Suatu bentuk dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara dinamakan interview. Instrumennya dinamakan pedoman wawancara atau interview guide.

3.4 Metode Analisis Data
            Metode analisis data yang kami gunakan adalah metode analisis data kuantitatif. Metode ini menggunakan alat statistik, yaitu analisis data.


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
            Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan terhadap narasumber, dapat disimpulkan bahwa Ojek Online sangat berpengaruh pada setiap lapisan masyarakat, baik penumpang maupun pengendara, serta pengendara Ojek Konvensional. Pengendara Ojek Konvensional sebagian besar merasa dirugikan dengan hadirnya Ojek Online. Mereka tidak memiliki keinginan untuk ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online. Sedangkan para pengendara Ojek Online sangat berguna untuk masyarakat dan mereka pun mendapat keuntungan yang lebih banyak.
4.2 Pembahasan
            Berdasarkan jawaban para responden yang tertuang di dalam wawancara, maka terjawablah permasalahan pada bab sebelumnya. Dampak positif hadirnya Ojek Online ini adalah masyarakat mendapat layanan ojek lebih mudah, murah, dan cepat. Perusahaan Ojek Online juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapat penghasilan lebih. Dampak negatif dari hadirnya Ojek Online adalah bagi para Ojek Konvensional, layanan ini membuat penghasilan mereka lebih sedikit.
            Solusi untuk menangani dampak negatif tersebut adalah, bagi masyarakat, sebaiknya tidak selalu menggunakan Ojek Online agar bisa membagi rezeki untuk Ojek Konvensional. Bagi para pengemudi Ojek Konvensional, sebaiknya memiliki kemauan untuk mengikuti teknologi pada zaman ini. Sehingga bisa ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online dan menggunakan gadget selama bekerja.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.    Sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan Ojek Online karena lebih mudah, murah, dan cepat.
2.    Perusahaan Ojek Online juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapat penghasilan lebih.
3.    Bagi para Ojek Konvensional, layanan Ojek Online ini membuat penghasilan mereka lebih sedikit.
5.2 Saran
1.    Bagi masyarakat, sebaiknya tidak selalu menggunakan Ojek Online agar bisa membagi rezeki untuk Ojek Konvensional.
2.    Bagi para pengemudi Ojek Konvensional, sebaiknya memiliki kemauan untuk mengikuti teknologi pada zaman ini. Jangan selalu menyalahkan teknologi yang berkembang. Sehingga bisa ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online dan menggunakan gadget selama bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

https://sarjanaku.com/2011/07/contoh-karya-ilmiyah
 

Babynemooos Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea