-->
Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts

Thursday, March 24, 2016

Karya Ilmiah : Pengaruh Munculnya Ojek Online Terhadap Masyarakat

Posted by Firda at 7:46 PM 10 comments
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karya tulis ilmiah ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu. Karya tulis ini disusun agar pembaca dapat memahami tentang dampak hadirnya Ojek Online terhadap berbagai lapisan masyarakat. Makalah ini kami susun dengan mencari informasi dari berbagai sumber.
                                                                  
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru Bahasa Indonesia, yaitu Ibu Dra. Mukaromah, M.Pd yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah yang baik.

Semoga karya tulis ini dapat mengantarkan ilmu dan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun karya tulis ini telah kami susun sebaik mungkin, pasti terdapat kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Terima kasih.



Tim Penyusun
Firdaus dan Milard


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................. ii

ABSTRAK................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang.......................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah................................................................. 2
1.3 Pembatasan Masalah.............................................................. 2
1.4 Perumusan Masalah............................................................... 2
1.5 Tujuan Penelitian..................................................................... 3
1.6 Manfaat Penelitian................................................................... 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA....................................................................... 4
2.1 Kerangka Teoretis.................................................................... 4
2.1.1 Pengertian Ojek......................................................... 4
2.1.2 Pengertian Masyarakat............................................ 4
2.1.3 Sejarah Ojek Online.................................................. 5
2.2 Kerangka Pemikiran................................................................ 5
2.3 Hipotesis.................................................................................... 6

BAB III METODE PENELITIAN............................................................... 7
3.1 Populasi dan Sampel.............................................................. 7
3.1.1 Populasi...................................................................... 7
3.1.2 Sampel........................................................................ 7
3.2 Metode Pengumpulan Data................................................... 8
3.2.1 Wawancara................................................................ 8
3.3 Instrumen Penelitian............................................................. 12
3.4 Metode Analisis Data............................................................. 12

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................... 14
4.1 Hasil Penelitian...................................................................... 14
4.2 Pembahasan........................................................................... 14

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.................................................... 16
5.1 Kesimpulan............................................................................. 16
5.2 Saran........................................................................................ 16

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 17


Fitri, Firdaus dan Ramadhani, Mila. 2016.
 “Pengaruh Ojek Online Terhadap Masyarakat”
Karya Ilmiah
Bekasi, Jawa Barat. SMA Negeri 1 Bekasi.

ABSTRAK

Karya ilmiah yang berjudul Pengaruh Ojek Online terhadap Masyarakat ini membahas tentang bagaimana dampak hadirnya ojek berbasis online terhadap berbagai lapisan masyarakat, apakah lebih banyak dampak positif atau negatifnya.
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendapat pengetahuan tenang dampak positif dan negatif dari pengaruh hadirnya ojek berbasis online terhadap berbagai lapisan masyarakat, dan dapat mengetahui solusi untuk mengatasi dampak negatif tersebut.

Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan melakukan wawancara. Beberapa masyarakat yang kami wawancara adalah pengendara ojek online itu sendiri, pelanggan Ojek Online, pelanggan angkutan umum, dan pengemudi ojek konvensional.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Angkutan umum memiliki peranan penting dalam pembangunan perekonomian, karena berkaitan dengan distribusi barang, jasa, dan tenaga kerja, serta merupakan inti dari pergerakan ekonomi di kota.
Salah satu angkutan umum yang paling efektif dan efisien adalah ojek. Ojek atau ojeg adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor. Disebut informal karena keberadaannya tidak diakui pemerintah dan tidak ada izin untuk pengoperasiannya. Penumpang biasanya hanya satu orang. Ojek banyak digunakan oleh penduduk di kota-kota besar karena kelebihannya dengan angkutan lain, yaitu lebih cepat dan dapat melewati sela-sela kemacetan di kota. Biasanya ojek mangkal di persimpangan jalan yang ramai, atau di jalan masuk kawasan pemukiman.
Semakin pesatnya teknologi di zaman ini yang dinamakan internet, memungkinkan kita mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Salah satunya adalah ojek tersebut. Kini, di Indonesia, terdapat sebuah layanan ojek online yang memungkinkan calon penumpang tidak perlu datang ke sebuah pangkalan ojek. Calon penumpang cukup memesan ojek dari sebuah aplikasi di smartphone, dan ojek akan datang menjemput.
Kehadiran ojek online ini tentu memicu reaksi dari berbagai lapisan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan layanan ojek. Seperti pengguna ojek ataupun pengendara ojek konvensional.

1.2  Identifikasi Masalah
Melihat semua hal yang melatarbelakangi munculnya ojek online, kami menarik beberapa masalah dengan berdasar kepada:
1.    Adanya kecemburuan sosial yang dimiliki oleh pengendara ojek konvensional.
2.    Maraknya penjualan jasa berbasis online.

1.3  Pembatasan Masalah
Karena cangkupan lapisan masyarakat yang begitu luas, maka kami hanya membataskan penelitian hanya dari segi pengaruh ojek online terhadap siswa SMAN 1 Bekasi,  serta kehidupan dari pengendara ojek online itu sendiri dan dampak yang didapatkan oleh pengendara ojek konvensional.

1.4  Perumusan Masalah
1.    Apa dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh hadirnya ojek online?
2.    Bagaimana cara mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh hadirnya ojek online?

1.5  Tujuan Penelitian
Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pengaruh hadirnya ojek online terhadap berbagai lapisan masyarakat dan solusi mengatasi hadirnya dampak negatif dari ojek online.

1.6  Manfaat Penelitian
1.    Bagi siswa
Mendapat pengetahuan mengenai dampak hadirnya ojek online.
2.    Bagi masyarakat
Mendapat solusi atas setiap dampak negatif yang ditimbulkan akibat ojek online.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teoritis
2.1.1 Pengertian Ojek
            Ojek atau ojeg adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor. Disebut informal karena keberadaannya tidak diakui pemerintah dan tidak ada izin untuk pengoperasiannya. Penumpang biasanya berjumlah satu orang. Dengan harga yang ditentukan dengan tawar menawar dengan supir ojek terlebih dahulu, maka supir ojek tersebut akan mengantar ke tujuan yang diinginkan penumpangnya. Ojek banyak digunakan oleh penduduk di kota-kota besar karena kelebihannya dengan angkutan lain, yaitu lebih cepat dan dapat melewati sela-sela kemacetan di kota. Biasanya ojek mangkal di persimpangan jalan yang ramai, atau di jalan masuk kawasan pemukiman.

2.1.2 Pengertian Masyarakat
            Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

2.1.3 Sejarah Ojek Online
            Perusahaan ojek online sendiri didirikan oleh salah satu penumpang ojek konvensional, Nadiem Makariem. Dengan salah satu tukang ojek langganannya, ia mengetahui bahwa waktu luang tukang ojek banyak digunakan hanya untuk duduk menunggu penumpang datang. Sungguh sangat disayangkan jika banyak waktu yang terbuang percuma hanya untuk menunggu seorang penumpang. Maka dari itu Nadiem mulai berfikir dan memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi seperti media sosial, yang bisa digunakan oleh tukang ojek untuk memudahkan pelanggannya melakukan pemesanan secara online. Pada tahun 2011 Nadiem berhasil membuat sebuah perusahaan dan aplikasi online bernama Go-Jek. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapat layanan ini juga tergolong murah. Untuk jarak 1 – 10 km, dikenakan biaya sekitar Rp. 12.000, jarak 11 – 15 km Rp. 15.000, dan jarak di atas 15 km dikenakan biaya Rp. 2.000/km.

2.2 Kerangka Pemikiran
            Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau dampak dari hadirnya ojek online yang sedang menjamur di masyarakat. Masyarakat kota-kota besar memang mempunyai berbagai rutinitas yang dituntut untuk bergerak cepat. Dengan hadirnya layanan ojek yang bisa dipesan secara online ini, masyarakat tidak perlu mencari-cari ojek tersebut.
            Namun, setiap hadirnya hal-hal baru, tentu mempunyai segala pro dan kontra. Masyarakat memang mendapatkan dampak yang positif. Tetapi, ojek konvensional atau ojek tradisional-lah yang merasa “tersisih” dengan hadirnya ojek online ini.

2.3 Hipotesis
            Ojek online memiliki pengaruh terhadap masyarakat dan ojek tradisional.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel
3.1.1 Populasi
                        Populasi adalah keseluruhan dari variabel yang menyangkut masalah yang diteliti (Nursalam, 2002). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pengemudi Ojek Online di Bekasi, pengemudi Ojek Konvensional, Masyarakat Yogyakarta, dan murid SMAN 1 Bekasi.
3.1.2 Sampel
                        Sampel adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Hidayat, 2007). Berikut ini orang yang menjadi sampel untuk mendapat hasil penelitian:
1.    Darso, pengemudi Ojek Online
2.    Fuad Shidik, pengemudi Ojek Online
3.    Tukang becak di Yogyakarta
4.    Meutia Alya, siswi SMAN 1 Bekasi
5.    Febriyeni Susi, siswi SMAN 1 Bekasi
6.    Wawan, pengemudi Ojek Konvensional di depan SMAN 1 Bekasi
3.2 Metode Pengumpulan Data
3.2.1 Wawancara
1.    Darso, pengemudi Ojek Online di Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Sudah berapa lama anda menjadi pengemudi Ojek Online?
4 bulan.
Apa yang membuat anda tertarik menjadi pengemudi Ojek Online?
Karena, ada tetangga saya yang dapat penghasilan sampai 6 juta/bulan. Jadi saya tergiur. Dan juga, untuk mencari pekerjaan tambahan.
Bagaimana suka dan duka anda selama menjadi pengemudi Ojek Online?
Sukanya kalau mendapat target poin dan uang tambahan dari penumpang. Dukanya, kalau hujan jadi hambatan dalam perjalanan, karena macet.

2.    Fuad Shidik, pengemudi Ojek Online di Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Sudah berapa lama anda menjadi pengemudi Ojek Online?
10 bulan.
Apa yang membuat anda tertarik menjadi pengemudi Ojek Online?
Tidak ada pekerjaan lain dan susah mencari kerja.
Bagaimana suka dan duka anda selama menjadi pengemudi Ojek Online?
Sukanya, kalau setiap hari target poin tercapai. Dukanya kalau berhadapan dengan Ojek Konvensional.
Bagaimana tanggapan anda mengenai orang yang beranggapan bahwa menjadi pengemudi Ojek Online itu berbahaya sebab banyak pengemudi yang di teror Ojek Konvensional?
Ya kalau bisa para Ojek Konvensional diajak menjadi Ojek Berbasis Aplikasi agar tidak ada kecemburuan sosial.

3.    Tukang becak di Yogyakarta
Pertanyaan
Jawaban
Pak, apakah ada Ojek Online di Yogyakarta?
Ada, tapi hanya sedikit. Karena banyak yang takut sama Ojek Konvensional. Nantikan dikirain merebut penumpang.
Lalu, dimana Ojek Online di Yogya tersebar, Pak?
Di dekat UGM sama sekitar jalan Kaliurang.

4.    Meutia Alya, siswi SMAN 1 Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Apa yang membuat anda tertarik menggunakan Ojek Online?
Karena Ojek Online murah dan cepat.
Bagaimana suka dan duka menjadi penumpang Ojek Online?
Sukanya bisa datang tepat waktu ke tujuan. Dukanya pernah menunggu Ojek Online terlalu lama.
Seberapa sering anda menggunakan Ojek Online?
Hampir setiap hari, untuk keperluan pulang sekolah.
Menurut anda, bagaimana dampak positif dan negatif munculnya Ojek Online?
Positifnya, orang – orang menjadi terbantu  jika ingin ke suatu tempat yang jauh jadi lebih cepat. Negatifnya, Ojek Konvensional merasa tersisih.

5.    Febriyeni Susi, siswi SMAN 1 Bekasi
Pertanyaan
Jawaban
Mengapa anda tidak begitu suka menggunakan Ojek Online?
Karena jarak dekat maupun jarak jauh harganya relatif sama. Dan harganya hanya murah saat awal kita menggunakannya.
Pernahkah anda menggunakan Ojek Online dalam berpergian?
Pernah, hanya dalam keadaan darurat.
Mengapa anda lebih memilih angkutan umum daripada Ojek Online? Karena seperti yang kita ketahui, bahwa naik angkutan umum memakan banyak waktu.
Karena, pertama lebih hemat. Dan seperti yang kita ketahui, rata – rata pengemudi angkutan umum sudah lanjut usia, kita bisa berbagi rezeki dengan menaiki angkutannya.
Menurut anda, bagaimana dampak positif dan negatif munculnya Ojek Online?
Positifnya, perjalanan jadi cepat dan lebih efektif. Negatifnya, driver Ojek Online jadi mengetahui nomor telepon beserta alamat rumah kita, takutnya hal ini disalahgunakan.

6.    Wawan, tukang Ojek Konvensional (di depan SMAN 1 Bekasi)
Pertanyaan
Jawaban
Apa dampak yang anda dapatkan setelah hadirnya Ojek Online?
Penumpang menjadi lebih sepi. Sebelum ada Ojek Online, pendapatan saya sekitar Rp. 40.000 – Rp. 45.000 sehari. Sekarang, hanya sekitar Rp. 15.000 – Rp. 20.000 per hari. Kehidupan ekonomi keluarga saya menjadi lebih sulit.
Mengapa Bapak tidak tertarik untuk ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online?
Karena persyaratan untuk masuk Ojek Online sulit, dan saya merasa tidak tertarik karena saya sudah bekerja menjadi Ojek di depan SMAN 1 Bekasi ini sekitar 18 tahun.

3.3 Instrumen Penelitian
            Suatu bentuk dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara dinamakan interview. Instrumennya dinamakan pedoman wawancara atau interview guide.

3.4 Metode Analisis Data
            Metode analisis data yang kami gunakan adalah metode analisis data kuantitatif. Metode ini menggunakan alat statistik, yaitu analisis data.


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
            Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan terhadap narasumber, dapat disimpulkan bahwa Ojek Online sangat berpengaruh pada setiap lapisan masyarakat, baik penumpang maupun pengendara, serta pengendara Ojek Konvensional. Pengendara Ojek Konvensional sebagian besar merasa dirugikan dengan hadirnya Ojek Online. Mereka tidak memiliki keinginan untuk ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online. Sedangkan para pengendara Ojek Online sangat berguna untuk masyarakat dan mereka pun mendapat keuntungan yang lebih banyak.
4.2 Pembahasan
            Berdasarkan jawaban para responden yang tertuang di dalam wawancara, maka terjawablah permasalahan pada bab sebelumnya. Dampak positif hadirnya Ojek Online ini adalah masyarakat mendapat layanan ojek lebih mudah, murah, dan cepat. Perusahaan Ojek Online juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapat penghasilan lebih. Dampak negatif dari hadirnya Ojek Online adalah bagi para Ojek Konvensional, layanan ini membuat penghasilan mereka lebih sedikit.
            Solusi untuk menangani dampak negatif tersebut adalah, bagi masyarakat, sebaiknya tidak selalu menggunakan Ojek Online agar bisa membagi rezeki untuk Ojek Konvensional. Bagi para pengemudi Ojek Konvensional, sebaiknya memiliki kemauan untuk mengikuti teknologi pada zaman ini. Sehingga bisa ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online dan menggunakan gadget selama bekerja.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.    Sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan Ojek Online karena lebih mudah, murah, dan cepat.
2.    Perusahaan Ojek Online juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapat penghasilan lebih.
3.    Bagi para Ojek Konvensional, layanan Ojek Online ini membuat penghasilan mereka lebih sedikit.
5.2 Saran
1.    Bagi masyarakat, sebaiknya tidak selalu menggunakan Ojek Online agar bisa membagi rezeki untuk Ojek Konvensional.
2.    Bagi para pengemudi Ojek Konvensional, sebaiknya memiliki kemauan untuk mengikuti teknologi pada zaman ini. Jangan selalu menyalahkan teknologi yang berkembang. Sehingga bisa ikut bekerja dengan perusahaan Ojek Online dan menggunakan gadget selama bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

https://sarjanaku.com/2011/07/contoh-karya-ilmiyah

Thursday, February 13, 2014

Karya Ilmiah : Kalkulator Dikalangan Siswa

Posted by Firda at 6:13 PM 0 comments
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan izin-Nya, penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini yang berjudul “Upaya Menanggulangi Ketergantungan Kalkulator Di Kalangan Siswa” dengan sebaik mungkin.
Penulis ucapkan terima kasih kepada :
1.      Ibu guru Vivin Elviriana, M.Pd yang telah menuntun penulis selama proses penyusunan Karya Ilmiah ini.
2.      Orang tua penulis yang telah memberikan dukungan materi dan moral.
3.      Teman-teman kelas IX.6 yang telah menyemangati penulis.
Penulis menyadari adanya kekurangan dalam menyajikan Karya Ilmiah ini. Atas kekurangan itu, penulis mengharapkan kritik dan saran para pembaca. Terima kasih.

Bekasi, Februari 2014
Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI                                                                                                             ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 3
1.3  Tujuan.................................................................................................... 3
1.4 Metode................................................................................................... 3
1.5 Kegunaan............................................................................................... 4
1.6 Sistematika............................................................................................. 4
BAB II LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN..................................... 6
2.1 Landasan Teori....................................................................................... 6
2.1.1 Pengertian Ketergantungan............................................................... 6
2.1.2 Pengertian Kalkulator....................................................................... 7
2.1.3 Pengertian Siswa............................................................................... 8
2.2 Pembahasan............................................................................................ 9
2.2.1 Sebab – Sebab Ketergantungan Kalkulator Di Kalangan Siswa...... 9
2.2.2 Akibat Ketergantungan Kalkulator Di Kalangan Siswa................. 10
2.2.3 Upaya Menanggulangi Ketergantungan Kalkulator....................... 12
BAB III PENUTUP........................................................................................... 15
3.1  Kesimpulan..................................................................................... 15
3.2 Saran................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 17



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada zaman modern ini, laju perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi begitu cepat, dan diperkirakan semakin pesat beberapa tahun ke depan. Semakin banyak para ahli menemukan/membuat penemuan baru. Salah satunya kalkulator. Kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan alat yang bernama kalkulator. Apalagi di era yang serba berteknologi ini. Kalkulator adalah suatu alat berukuran relatif kecil namun memiliki manfaat yang sangat besar dalam melakukan perhitungan, baik perhitungan biasa, perhitungan akuntansi maupun perhitungan statistik. Kalkulator sudah tersebar di seluruh belahan dunia. Mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa.
Di zaman sekarang, kalkulator sering digunakan para pelajar. Alat bantu belajar bernama kalkulator memang meringankan tugas siswa sekolah. Tetapi apabila selalu menggantungkan alat tersebut dalam setiap menyelesaikan soal-soal matematika, justru akan merusak kemandirian anak dalam berhitung. Berdasarkan sebuah survei penelitian, Weaver (1981) menyimpulkan: "... ketika kalkulator digunakan dalam berbagai cara diselidiki hingga saat ini seluruh kisaran agak lebar dari tingkatan kelas dan daerah konten, menunjukkan bukti bahwa kita tidak memiliki alasan untuk alarm atau prihatin tentang potensi efek berbahaya yang berhubungan dengan penggunaan kalkulator.. Hal ini terutama berlaku sehubungan dengan kinerja komputasi .... Jarang ada literatur penelitian yang begitu jelas dalam hal ini "(hal. 158).
Namun, Matematikawan asal Malaysia, Prof Dr Noraini Idris, berpendapat kalkulator memungkinkan mata pelajaran matematika kian menarik karena adanya dorongan interaksi untuk menyelesaikan permasalahan. Menurutnya, penggunaan kalkulator memberi kesempatan lebih beragam kepada anak untuk berinteraksi. Sebab mereka punya waktu ketika menggunakannya untuk menyelesaikan soal matematika ketimbang jika melakukan perhitungan secara manual.
Sedangkan menurut pakar pendidikan, Prof Dr Arief Rachman, ada bidang matematika yang tidak boleh dipelajari dengan bantuan kalkulator. Misalnya perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan. ’’Materi ini dimaksudkan untuk melatih logika anak dalam berhitung. Jika diberi bantuan kalkulator, anak tidak akan bisa memahaminya dengan baik,’’ kata Arief.
Berdasarkan survei, seorang guru melaporkan bahwa 5% anak menggunakan kalkulator didalam pembelajaran Matematika setiap harinya. Dan 21% menggunakan kalkulator setiap minggunya. Menurut hasil tidak ada dampak negatif yang terlihat.
Sebenarnya kalkulator itu dapat berguna dengan baik apabila kita tahu cara penggunaanya. Tetapi kebanyakan anak malah menggunakannya salah jalur. Mereka terus – terus menerus menggunakan kalkulator itu. Dan akhirnya mereka bergantung pada kalkulator.
Tahukah kalian? Bahwa terlalu sering menggunakan kalkulator dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kita. Otak akan menjadi manja dan cepat lelah bila terlalu dipaksa untuk berpikir keras. Itu juga membuat kalian jadi malas. Ketergantungan anak pada kalkulator bisa menghambat sikap kritis, aktif, dan kreatif. Akhirnya tercetaklah sosok manusia berwawasan klise dalam berucap, bertindak, dan berbuat.
Maka dibuat Karya Ilmiah ini, sebagai penyadar para siswa, bahwa kalkulator akan membawa dampak buruk bagi kalian bila kalian tidak tahu aturan pemakaiannya.
1.2  Rumusan Masalah
Jika ditinjau dari latar belakang diatas, maka dapat di fokuskan masalah pada satu hal : Bagaimana cara menanggulangi ketergantuan kalkulator di kalangan siswa?
1.3  Tujuan
Sebenarnya, tujuan utama membuat Karya Ilmiah ini adalah dalam rangka memenuhi Tugas Bahasa Indonesia Kelas IX Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014. Disamping itu penulis juga ingin melatih kemapuan kebahasaan penulis melalui penyusunan tiap bab dari Karya Ilmiah ini.
1.4  Metode
Adapun metode yang penulis gunakan adalah Metode Studi Pustaka. Yaitu, pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari, membaca, mengkaji, dan menanalisis sumber- sumber yang penulis dapatkan dari media cetak, internet, buku, dan lain-lain.
1.5  Kegunaan
Kegunaan dari Karya Ilmiah yang penulis susun antara lain :
a.         Untuk menyadarkan para pelajar –dan orang tuanya-.
b.         Sebagai bahan contoh untuk pembuatan Kara Ilmiah lainnya.
1.6 Sistematika
Karya Ilmiah yang penulis susun, memiliki sistematika sebagai berikut :
a.         Penentuan tema   : Pendidikan
b.         Penentuan tujuan : Untuk memenuhi Tugas Bahasa Indonesia Kelas IX Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014.
c.         Pengumpulan bahan dan sumber : 1) Intenet
                                                                    2) Media Elektronik
                                                                    3) Dan lain-lain
d.         Penyusun kerangka :
1)         Kata pengantar
2)         Daftar isi
3)         Bab 1 : Pendahuluan (menjabarkan latar belakang dibutnya Karya Ilmiah ini, menjelaskan masalah yang menjadi fokus Karya Ilmiah ini, dan informasi lainnya mengenai susunan Karya Ilmiah ini).
4)         Bab 2 : Landasan teori dan Pembahasan (memaparkan landasan teori atas masalah pokok, sebab-akibat, dan upaya penanggulangan masalah tersebut).
5)         Bab 3 : Penutup (Memberi kesimpulan dari seluruh isi materi dan saran untuk pelajar dan orang tuanya).




BAB 2
LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori
Mengenai materi ‘Ketergantungan Kalkulator Di Kalangan Siswa’ ada beberapa landasan teorinya, yaitu pengertian ketergantungan, pengertian kalkulator, dan pengertian siswa. Berikut penjelasanya.
    2.1.1 Pengertian Ketergantungan
Indonesia adalah negara besar yang sangat berpotensi untuk mengkonsumsi berbagai teknologi. Sayangnya tingginya potensi konsumsi teknologi di Indonesia tidak diikuti degan tingginya penciptaan teknologi di dalam negeri, sebagian besar teknologi yang digunakan datang dari luar negeri. Kondisi demikian menyebabkan timbulnya ketergantungan teknologi Indonesia terhadap teknologi dunia luar.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 3, ketergantungan hampir sama dengan kecanduan. Yaitu gangguan otak kronis yang dapat melupakan hal-hal lain. Sifat selalu tergantung terhadap teknologi masa kini membuat kita selalu tidak percaya diri, manja, malas, dan lain-lain. Dan karena ketergantungan itu anak jadi tidak terbiasa melakukan sesuatu secara manual.
Jadi, ketergantungan merupakan suatu kebiasaan terhadap hal yang dianggap berlebihan.
    2.1.2 Pengertian Kalkulator
Kalkulator atau mesin kira merupakan sebuah peranti elektronik yang kecil dan murah yang digunakan untuk melakukan pengiraan aritmetik asas.
Sedangkan menurut Wikipedia, mesin hitung atau kalkulator adalah alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator sains yang dapat menghitung rumus matematika tertentu.
Penemu kalkulator pertama di dunia adalah Blaise Pascal. Ahli matematika dan sains dari Prancis itu berhasil membuat kalkulator roda numerik atau Pascaline. Alat tersebut menjadi cikal bakal kalkulator modern yang sering digunakan saat ini. Pada perkembangannya sekarang ini, kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi tambahan daripada komputer, handphone, bahkan sampai jam tangan.
Jadi kesimpulannya, kalkulator adalah sebuah alat hitung yang modern, simple dan mudah dibawa kemana – mana.
Kalkulator bila dilihat secara umum, penggunaan kalkulator mempunyai fungsi yang boleh disimpulkan seperti berikut :
1.      Memberi motivasi terhadap pembelajaran matematik secara mendalam dan berterusan;
2.      Membekalkan pelajar cara yang lebih mudah dan berkesan untuk membuat penyelesaian masalah;
3.      Membenarkan soalan yang lebih mencabar dan mendalam yang memerlukan diberikan kepada pelajar pada peringkat yanglebih awal;
4.      Pelajar berpeluang membuat penerokaan dan aplikasi yang lebih mendalam tentang topik - topik yang berkaitan;
5.      Membolehkan pelajar mensintesis jawapan melalui ramalan berdasarkan pola - pola yang diperhatikan;
6.      Menggalakkan murid menguasai saiz dan nilai nombor ( bijak nombor ).
Namun, ada juga dampak negatifnya, yaitu :
1.      Anak jadi malas
2.      Otak jadi tumpul
3.      Anak jadi tidak mengerti konsep Matematika
4.      Anak akan bergantung pada kalkulator
    2.1.3 Pengertian Siswa
Siswa/Siswi istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Sebagai suatu komponen pendidikan, siswa dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, antara lain: pendekatan social, pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/pedagogis.
2.2 Pembahasan
    2.2.1 Sebab – Sebab Ketergantungan Kalkulator Di Kalangan Siswa
Siswa yang terlalu bergantung pada kalkulator disebabkan oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut.
a.       Tidak terbiasa sejak dini
Salah satu sebabnya adalah seorang anak yang tidak membiasakan dirinya menghitung secara manual sejak kecil dapat mengakibatkan bobroknya kemampuan berpikir anak. Dia tidak akan mau berpikir cara menyelesaikan persoalan tersebut karena tidak terbiasa. Hal itu terjadi juga karena faktor kurang perhatian dari orang tua.
b.      Orang tua yang tidak peduli
Kadang kala, orang tua lebih mementingkan dirinya sendiri dibanding memperhatikan perkembangan si anak. Hal itu membuat anak berada diarah yang salah.
c.       Guru yang tidak peduli pada siswa – siswi
Ada beberapa guru yang membiarkan siswa memakai kalkulator di kelas saat ada pelajaran perhitungan. Hal itu membuat siswa menjadi melunjak dan keseringan memakai kalkulator. Ada juga yang terus melanjutkan pelajaran, padahal si siswa belum mengerti di materi perhitungan sebelumnya. Maka dibutuhkan guru yang peduli dan disiplin.
d.      Tidak mengerti cara berhitung
Di Indonesia, masih banyak anak – anak yang belum mengerti cara menghitung. Seperti pembagian, perkalian, terkadang ada yang tidak tau langkah menghitungnya. Maka mereka lebih memilih menggunakan kalkulator.
e.       Jumlah angka yang terlalu besar
Akibat jumlah angka yang terlalu besar, si anak menjadi pusing duluan. Mereka langsung menyerah, tanpa mencobanya/membiasakannya untuk menghitung dulu. Ada yang mengatakan itu ribet, ada juga yang bilang kebanyakan angkanya, dan lain – lain.
f.       Tidak suka pelajaran menghitung seperti Matematika
Sebagian siswa ada yang membenci Matematika. Mereka sudah lebih dulu menganggap matematika itu sulit. Bikin otak pusing. Kebanyakan angka-angkalah. Maka mereka menggunakan kalkulator itu.
    2.2.2 Akibat Ketergantungan Kalkulator Di Kalangan Siswa
Beberapa akibat dari ketergantungan kalkulator di kalangan siswa :
a.       Sulit mengerjakan soal UN
Siswa yang selalu menggunakan kalkulator ketika sedang berhitung, cenderung sulit ketika ia sedang UN. Karena didalam materi UN ada mata pelajaran berhitung, yaitu Matematika dan Fisika. Meski siswa itu hafal rumusnya, percuma saja bila kesehariannya selalu menggunakan kalkulator.
Mereka akan panik bila menghadapi angka – angka disoal tersebut. Karena tidak biasa menghitung manual. Sekalinya bisapun, mereka menghitung dengan lamban.
b.      Malas berpikir
Kalkulator mempunyai dampak buruk. Salah satunya, membuat anak tidak mau berpikir. Mereka tidak mau berpikir untuk mengerjakan soal-soal perhitungan tersebut. Karena ada yang bilang “Capek ah,” , ada juga yang bilang “Masih jaman ngitung manual, ada kalkulator kok gak digunain?”, dan lain-lain.
Sebenarnya, mereka bukan malas, namun terlalu dipengaruhi oleh kalkulator. Otak si anak sudah diracuni oleh alat tersebut. Sehingga otak menjadi tumpul.
c.       Anak jadi stres tanpa kalkulator
Menurut Wikipedia, Stres adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.
Seorang anak yang kebiasaan menggunakan kalkulator, ia bisa stres bila tak ada kalkulator yang membantunya saat mengerjakan tugas materibila tak ada kalkulator yang membantunya saat mengerjakan tugas materi berhitung. Akhirnya kalkulator membawa dampak negatif lagi bagi pengguna.
d.      Tidak percaya diri
Menurut Thantaway dalam Kamus istilah Bimbingan dan Konseling (2005:87), percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.
Seperti seorang anak yang dalam kesehariannya menggunakan kalkulator meski itu soal sederhana, akan menjadi tidak percaya diri karena takut salah. Sedikit – dikit takut. Itu sebabnya kalkulator harus diperhatikan dalam penggunaannya.
    2.2.3 Upaya Menanggulangi Ketergantungan Kalkulator
Dibawah ini adalah cara menanggulangi ketergantungan kalkulator :
a.       Bimbingan belajar berhitung pakai sempoa
Pada tahun 1976 seorang pemikir sekaligus pakar dari Taiwan bernama Chen Shi Cung, mengadakan suatu riset dan kompilasi mengenai perhitungan sempoa. Sempoa mempunyai manfaat luar biasa, karena dalam pembelajaran sempoa anak akan menggunakan kedua belahan otak. Beberapa manfaatnya, antara lain :
a)      Dapat menghitung cepat di luar kepala, hasil yang dapat dilihat langsung dari belajar sempoa adalah anak    dapat menghitung cepat tanpa alat bantu. Setelah kurang lebih tiga bulan anak yang belajar sempoa masih menggunakan alat bantu sempoa. Setalah itu, si anak akan diajarkan menggunakan mental, yaitu membayangkan alat sempoa dalam pikiran saja.
b)      Dapat mengurangi rasa takut terhadap hitungan dan angka yang rumit, hal ini disebabkan si anak sudah terbiasa dengan angka-angka.
c)      Mengembangkan otak kanan dan otak kiri, selain berlatih berhitung cepat, dalam berhintung dengan mental anak akan membayangkan sempoa. Proses membayangkan sempoa inilah yang merangsang otak kanan bekerja.
d)     Meningkatkan kreativitas, hal ini berhubungan dengan perkembangan otak kanan anak. Dengan berkembangnya otak kanan tersebut diharapkan kreativitas dan imajinasi anak meningkat.
e)      Menstimulasi dan mengembangkan kemampuan berpikir analitis, dengan berkembangnya otak kiri, maka daya analisis anak pun akan meningkat.
f)       Meningkatkan daya ingat, dengan perangsangan otak kiri, maka daya kerjanya pun diharapkan akan meningkat sehingga kemampuan untuk mengingat yang dalam hal ini merupakan kerja otak kiri dapat meningkat pula.
Orang tua seharusnya memberi bimbingan pada si anak ketika belajar menghitung. Karena pada dasarnya, kalkulator dilarang dipakai di kalangan TK, SD, hingga SMP. Beri mereka cara menyelesaikan soal tersebut melalui sempoa.
b.      Dampingi siswa dalam pembelajaran
Ketika siswa dihadapi soal berhitung dampangi mereka. Ajarkan secara perlahan tanpa menggunakan kalkulator. Lama – kelamaan siswa itu akan menjadi terbiasa.




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kalkulator merupakan alat hitung yang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Namun, kalkulator membawa dampak baik dan juga buruk. Bila kalkulator digunakan dengan semestinya, kalkulator akan sangat berfungsi. Tetapi bila dilihat lebih dekat, banyak anak yang menggunakan kalkulator berlebihan.
Maka diperlukan bimbingan belajar bagi siswa yang tidak mengerti materi tersebut dan perhatian dari orang tua serta guru pengajar dikelas. Supaya kalkulator dapat berfungsi dengan baik lagi. Tanpa membawa dampak bagi siswa yang mengakibatkan ketergantungan kalkulator (Mental Kalkulator).
Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengajak orang tua menjauhkan anak dari kalkulator. Tetapi bagaimana menempatkannya secara proporsional melalui approach education. Jika anak sedang sakit kepala, kemudian harus mengerjakan soal matematika yang ditugaskan sekolah, tidak salah jika dibantu dengan kalkulator. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Sketsa di atas sekadar melukiskan, kandungan pengetahuan dalam proses jauh lebih penting ketimbang sekadar output-input. Walaupun belum merupakan barang siap pakai, ia bisa menjadi sumber referensi yang dahsyat untuk berkreasi, berimprovisasi, atau berinovasi. (Nasrullah Idris, dari Reformasi Sains Matematika Teknologi Bandung-32)
3.2 Saran
Beri latihan soal untuk melatih siswa dan dampingi siswa tersebut. Serta beri bimbingan belajar pada siswa-siswa.
Singkirkan kalkulator terlebih dahulu, ketika siswa sedang berlatih. Tapi, jangan sampai membuat siswa menjadi stres. Diajarkannya secara perlahan – lahan, sampai siswa benar – benar paham materi tersebut.
Maka dibutuhkan perhatian dari guru pengajar dikelas. Serta orang tua, karena itu merupakan hal yang terpenting. Suppaya orang tua mengetahui perkembangan anaknya.











DAFTAR PUSTAKA

http://ms.wikipedia.org/wiki/Mesin_kira (diakses pada 15 Januari 2014)
http://www.geocities.ws/fmurni/iaaron.html (diakses pada 13 Februari 2014)


 

Babynemooos Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea